Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

>> Urutan Tempat Shalat yang Lebih Utama bagi Wanita <<

Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy, sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya:  “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama anda.  Beliau menjawab:  “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka menunaikan shalat bersamaku,  akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu , dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan  shalatmu di masjid khusus rumahmu , dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu , dan shalatmu di masjid sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku . Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat)."  (HR. Ahmad, para perawinya tsiqah/terpercay...

Bekerjalah Kawan, walau Serabutan..

Seorang laki2 senantiasa mulia karena bekerja dan nafkahnya yang halal.. walau berapapun kemampuannya.. “Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”_ Abdullah bin Mas’ud اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين “Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”. _ Sufyan Ats-Tsauri "..engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain” _Ayyub As Sikhtiyani إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi) “Cukuplah seseorang dianggap berdosa karena menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungan hidupnya.”(HR.Abu Daud dan Ahmad) Sumber :  https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html Sumber:  http://muslim.or.id/2484-bagimu-pemuda-malas-nan-enggan-bek … Semoga Allah mudahkan Urusan Kita Semua.. Allahu a'lam

Jika Kamu Melihat Saudaramu Berbuat Dosa.....

Ibnu  Mas'ud  Radhiyallahu 'anhu berkata : "Jika kamu melihat saudaramu berbuat dosa, janganlah kamu menjadi penolong setan terhadapnya dengan mengatakan, 'Ya Allah, hinakan dia. Ya Allah, laknatilah dia!' Melainkan mohonlah kepada Allah ampunan. Sesungguhnya kami, para sahabat Muhammad, tidak pernah mengatakan sesuatu tentang seseorang sehingga kami mengetahui kondisi akhir saat meninggal dunia. Jika ia ditutup (usianya) dengan kebajikan, maka kami mengetahui bahwa ia telah me raih kebajikan dan jika ditutup usianya dengan keburukan, maka kami mengkhawatirkan amalnya atasnya." [Shahih diriwayatkan Imam Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf 20266] ada beberapa pelajaran dari Atsar ini: -. bila melihat teman atau saudara atau siapa saja yang berbuat dosa maka sesungguhnya setan lah yang mengajaknya.. maka hendaknya kita tidak membantu setan dengan mendoakan kejelekan untuk orang itu. doakanlah yang baik baik saja misalkan doakan agar ia diampuni atau doakan...

Antara Sarana dengan Tujuan

Menuntut ilmu adalah wasilah (sarana) dan tujuan (maqshad)nya adalah Amal ... seandainya menuntut ilmu adalah tujuan, maka seumur hidup orang akan cuma belajar t anpa tahu untuk apa dan mengapa ia belajar... Jihad adalah wasilah (sarana) dan tujuannya adalah Tauhid ... seandainya jihad adalah tujuan (maqshad), maka umat ini akan hanya perang, perang, perang tanpa tahu mengapa mereka berperang...

Cara Agar Tidak Ada yang Bisa Mencelakai Kita

عن عبد الرحمن بن أبي الزناد عن أبيه عن أبان بن عثمان قال: سمعت عثمان بن عفان رضي الله عنه يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِى صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَىْءٌ Dari Abdurrahman bin Abi az-Zinad, dari ayahnya, dari Aban bin Utsman berkata, “Aku mendengar Utsman bin Affan radahiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah seseorang mengucapkan di setiap pagi harinya dan di setiap waktu petang malamnya bacaan ‘bismillahilladzi laa yadhurrru ma’asmihi sya-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘alim’ (Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada yang bisa memberikan celakan dengan nama-Nya di bumi maupun di langit, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak ada yang bisa mencelakainya.’...

Ilmu tidak akan didapatkan oleh si Santai..

Untuk mendapatkan Ilmu, ilmu apapun itu, maka harus korbankan tenaga, harta, dan juga waktu.. Kita harus mencari ke sumbernya, mempelajari, keluarin biaya semisal membeli referensi atau mencatat semua selain juga buat konsumsi pribadi, dan tentu saja butuh waktu yang cukup (panjang) untuk mengumpulkan data dan memahaminya sebelum menerapkannya.. Oleh karena itu sering kita lihat orang yang banyak ilmunya itu kurus, berumur, banyak catetan atau buku, nggak banyak bicara namun kalo bicara tepat sasaran,  hormat kepada ahlinya.. Berani keluar duit demi ilmu.. Pikiran lebih terbuka, lebih banyak mendengar, dan sedikit tidur atau santai.. ''... Karena ilmu tidak didapatkan oleh jasad yang bersantai - santai.. ''

Prosesmu menuju soleh / soleha itu Dinilai..

Dalam Islam, proses itu dinilai, bila tujuan kita memperbaiki diri menjadi menjadi orang baik belum tercapai tapi kita keburu wafat.. maka kita akan dimasukkan kedalam golongan orang2 baik dengan keluasan rahmat Allah Rabbul 'alamiin. Dalilnya adalah tentang kisah pembunuh 100 nyawa, dimana ketika sang pembunuh yang wafat dan ia sedang dalam proses hijrahnya.. maka akhirnya Ruhnya diambil oleh Malaikat Rahmat sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Malaikat Rahmat tidaklah mengambil Ruh melainkan orang itu kelak akan masuk Surga.. Diantara pelajarannya adalah Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun namun, namun Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah... dan akhirnya ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat. Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أنّ نَبِيَّ الله – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( كَ...

Meraih Surga dengan Ridho Suami

Diantara contoh ridho suami kepada istrinya adalah pada kisah berikut: "... Setelah 20 tahun menikah, istrinya pun meninggal, Imam Ahmad menguburkannya, dan didekat kuburnya Imam Ahmad berkata “Semoga Allah merahmati Umm Salih, tidak sekalipun ia menentangku , dia tidak pernah sekalipun membuatku marah dan membuatku kesal .”..." Semoga Allah merahmati mereka berdua.. Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga . Ini menunjukkan ke wajib an besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya . Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ “Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu ...

Ilmu Adalah Pemahaman

Inti dari Ilmu adalah Pemahaman , dan di dahulukan mengambil Ilmu dari Orang yang paling Paham / Faqih 1. Imam Malik rohimahulloh Imam Malik berkata ketika menjelaskan salah satu dari empat golongan yang tidak diambil ilmu dan riwayat darinya , ولا من شيخ له فضل وعبادة إذا كان لا يعرف ما يحدث "Dan ilmu dan riwayat itu tidak diambil dari seorang Syaikh yang memiliki keutamaan (Al Fadhil) dan ahli ibadah, jika orang tersebut tidak memahami akan apa yang dia katakan (tidak faqih) " [Al Kifayah fii 'ilmir riwayah, Al Baghdadi] 2. Imam Ahmad rohimahulloh Muhammad bin Fudhail Al-Bazzar menyampaikan dari ayahnya bahwa dia bertanya kepada Al-Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh tatkala melihat Al-Imam Ahmad duduk dengan seorang pemuda: “Wahai Abu Abdillah (nama kunyah Imam Ahmad), engkau meninggalkan majelis (Sufyan) Ibnu Uyainah, padahal dia memiliki riwayat Az-Zuhri, ‘Amr bin Dinar, Ziyad bin ‘Alaqah dan kalangan tabi’in lainnya, yang Allah lebih mengetahui ...

Perbandingan Menghafal Al Qur'an Di Zaman Para Sahabat Dengan Zaman Selain Mereka.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan:  Suatu hari ada seorang lelaki datang kepada Khalifah Umar bin Al Khatthab. Segera Khalifah Umar bertanya kepadanya perihal masyarakat di negrinya. Lelaki itu menjawab: Wahai Amirul Mukminin, di tengah mereka saat ini sudah ada sekian banyak orang yang menghafal Al Qur’an. Mendengar kabar tersebut, spontan sahabat Ibnu Abbas berkata: Sungguh demi Allah aku tidak senang bila mereka terlalu cepat menghafal Al Qur’an semacam ini. Mendengar komentar sahabat Ibnu Abbas ini, Khalifah Umar segera menghardiknya dengan berkata: Diamlah! Mendapat hardikan keras dari Khalifah Umar, sahabat Ibnu Abbas segera diam, dan tidak selang berapa lama beliau pulang ke rumahnya dalam kondisi galau dan sedih, dan berkata: Sungguh sebelumnya aku begitu dipercaya oleh Khalifah Umar, namun sekarang aku merasa ia tidak akan pernah percaya lagi kepadaku. Sesampai di rumah, sahabat Ibnu Abbas segera berbaring di atas tempat tidur sampai-sampai para wanita ...

Allah Rabbul 'alamin dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam harus lebih kita cintai dari selainnya

Orang2 sering lebih taat kepada tukang cukur ketimbang taat kepada Allah dan Rosul... Padahal Allah dan Rosul lebih berhak ditaati ketimbang semuanya... Akibatnya.. sering kita lihat orang2 yang pola pikirnya terbolak - balik... ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اِلإِيْمَانِ : أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا   “Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan merasakan manisnya iman, ‘Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RasulNya lebih dari cintanya kepada selain keduanya……”. (HR. Bukhari I/14  no.16 , 21 dan 6542, dan Muslim I/66  no.43 ). ”Tidaklah seorang hamba beriman sehingga aku lebih dicintainya daripada kerabat, harta, dan seluruh manusia.”  (H.R.Muslim) Sumber :  https://rumaysho.com/116-ingatlah-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-lebih-harus-kita-cintai-dari-selainnya.html https://abufawaz.wordpress.com/2012/05/26/beginilah-mencintai-rasulullah-dengan-benar/

Bila Kita Menjauhi Dosa Syirik (Baik Syirik Besar dan Kecil), Niscaya Allah akan Ampuni Dosa2 Kita yang Selain Itu..

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullaah- berkata: "Perhatikan firman Allah -Ta'aalaa-: إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ.... "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil)mu ..." (QS. An-Nisaa': 31) Engkau dapati di bawahnya terdapat penunjukkan yang sangat lembut, halus, dan bagus: bahwa barangsiapa yang menjauhi kesyirikan secara keseluruhan; maka akan dihapuskan darinya: dosa-dosa besarnya. Dan bahwasanya dosa-dosa besar dinisbatkan kepada kesyirikan; adalah seperti dosa-dosa kecil dinisbatkan kepada dosa-dosa besar. Sehingga, kalau dosa-dosa kecil dihapuskan dengan cara menjauhi dosa-dosa besar; maka dosa-dosa besar juga dihapuskan dengan cara menjauhi kesyirikan. Dan engkau dapati hadits shahih seolah-olah pecahan dari makna ayat ini, yaitu sabda Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- yang beliau riwayat...

Panduan Buatmu yang Ingin Memahami Kitab Allah... karena segala sesuatu ada panduannya..

Ceramah Agama: Cara Menafsirkan Al-Quran yang Benar - Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Kaidah Fikih / Ushul Fiqh Dasar #1

Kaidah Fikih (1) : Agama Mendatangkan Mashlahat dan Menolak Mudhorot Kaidah Fiqh #1; yang paling mendasar sekali…  Jika paham dari yang paling mendasar.. maka kedepannya akan jauh lebih mudah.. Ibarat bangunan yang kokoh tentu memiliki fondasi yang baik.. Bangunan yang Atap dan Tiangnya bagus akan hancur kalau fondasinya sangat lemah.. Agama ini ( Islam ) datang untuk  mendatangkan mashlahat  dan   menolak mudlarat Karena semua perintah Allah pasti mashlahatnya murni atau lebih besar dari mudlaratnya seperti sholat, zakat, puasa, haji, berbakti kepada orang tua dan sebagainya. Demikian juga larangan Allah, pasti semuanya mengandung mudlarat yang murni atau lebih besar dari mashlahatnya seperti syirik, bid’ah, sihir, riba, zina, judi dan sebagainya. Maka semua yang mashlahatnya murni atau lebih besar adalah perkara yang diperintahkan. dan semua yang mudlaratnya murni atau lebih besar adalah perkara yang dilarang. Apabila mashlahat dan mudlaratnya s...

Manhaj Salaf

Apa itu Manhaj ? Salaf itu apa? Manhaj  = cara, metode, pola (Eng: Way);  Salaf  = Nenek Moyang, Pendahulu, (Eng: Ancestor);  Salafiyyin  = Pengikut Salaf (dalam Islam yakni 3 Generasi Muslimin Awal yang Soleh / Salafush Sholeh, Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in) Seseorang dikatakan mengikuti Manhaj Salaf / Salafiyyin apabila orang itu mengikuti bagaimana Metode Beragama 3 Generasi Awal Muslimin..  Mereka mengikuti Al Qur’an, Sunnah, lalu bagaimana 3 Generasi Awal Muslimin memahami dan menerapkan Al Qur’an dan Sunnah. Ciri Salafiyyin  terlihat dari bagaimana  pola  atau  tata cara  mereka  mempelajari  dan  Mengamalkan Islam .. bagaimana mereka berhubungan dengan Allah  (Ibadah)  dan juga Manusia  (Mu’amalah) Dalam  Ibadah , mereka senantiasa  mengikuti  Ibadahnya generasi  Salaf .. Masuk didalamnya amalan hati (semisal bagaimana memahami dan menerapkan dalil, keyakinan)...