Skip to main content

Meraih Surga dengan Ridho Suami

Diantara contoh ridho suami kepada istrinya adalah pada kisah berikut:

"... Setelah 20 tahun menikah, istrinya pun meninggal, Imam Ahmad menguburkannya, dan didekat kuburnya Imam Ahmad berkata

“Semoga Allah merahmati Umm Salih, tidak sekalipun ia menentangku, dia tidak pernah sekalipun membuatku marah dan membuatku kesal.”..."

Semoga Allah merahmati mereka berdua..

Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. Ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah jika seorang wanita beriman itu meninggal dunia lantas ia benar-benar memperhatikan kewajiban terhadap suaminya sampai suami tersebut ridha dengannya, maka ia dijamin masuk surga. Bisa juga makna hadits tersebut adalah adanya pengampunan dosa atau Allah meridhainya. (Lihat Nuzhatul Muttaqin karya Prof. Dr. Musthofa Al Bugho, hal. 149).

semoga bermanfaat

Sumber: https://muslim.or.id/23592-istri-yang-taat-suami-dijamin-surga.html
http://abushafwah.blogspot.co.id/2016/02/cara-imam-ahmad-bin-hanbal-memilih-istri.html

Comments

Popular posts from this blog

Cara Agar Tidak Ada yang Bisa Mencelakai Kita

عن عبد الرحمن بن أبي الزناد عن أبيه عن أبان بن عثمان قال: سمعت عثمان بن عفان رضي الله عنه يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِى صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَىْءٌ Dari Abdurrahman bin Abi az-Zinad, dari ayahnya, dari Aban bin Utsman berkata, “Aku mendengar Utsman bin Affan radahiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah seseorang mengucapkan di setiap pagi harinya dan di setiap waktu petang malamnya bacaan ‘bismillahilladzi laa yadhurrru ma’asmihi sya-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘alim’ (Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada yang bisa memberikan celakan dengan nama-Nya di bumi maupun di langit, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak ada yang bisa mencelakainya.’...

Bekerjalah Kawan, walau Serabutan..

Seorang laki2 senantiasa mulia karena bekerja dan nafkahnya yang halal.. walau berapapun kemampuannya.. “Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”_ Abdullah bin Mas’ud اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين “Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”. _ Sufyan Ats-Tsauri "..engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain” _Ayyub As Sikhtiyani إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi) “Cukuplah seseorang dianggap berdosa karena menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungan hidupnya.”(HR.Abu Daud dan Ahmad) Sumber :  https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html Sumber:  http://muslim.or.id/2484-bagimu-pemuda-malas-nan-enggan-bek … Semoga Allah mudahkan Urusan Kita Semua.. Allahu a'lam

>> Urutan Tempat Shalat yang Lebih Utama bagi Wanita <<

Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy, sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya:  “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama anda.  Beliau menjawab:  “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka menunaikan shalat bersamaku,  akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu , dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan  shalatmu di masjid khusus rumahmu , dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu , dan shalatmu di masjid sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku . Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat)."  (HR. Ahmad, para perawinya tsiqah/terpercay...