Skip to main content

Bila Kita Menjauhi Dosa Syirik (Baik Syirik Besar dan Kecil), Niscaya Allah akan Ampuni Dosa2 Kita yang Selain Itu..


Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullaah- berkata:

"Perhatikan firman Allah -Ta'aalaa-:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ....

"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil)mu ..." (QS. An-Nisaa': 31)

Engkau dapati di bawahnya terdapat penunjukkan yang sangat lembut, halus, dan bagus: bahwa barangsiapa yang menjauhi kesyirikan secara keseluruhan; maka akan dihapuskan darinya: dosa-dosa besarnya. Dan bahwasanya dosa-dosa besar dinisbatkan kepada kesyirikan; adalah seperti dosa-dosa kecil dinisbatkan kepada dosa-dosa besar.

Sehingga, kalau dosa-dosa kecil dihapuskan dengan cara menjauhi dosa-dosa besar; maka dosa-dosa besar juga dihapuskan dengan cara menjauhi kesyirikan.

Dan engkau dapati hadits shahih seolah-olah pecahan dari makna ayat ini, yaitu sabda Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya -Tabaaraka Wa Ta'aalaa-:

اِبْنَ آدَمَ! إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا؛ لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

"Wahai anak (keturunan) Adam (manusia)! Sungguh, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku (mati) dalam keadaan tidak mempersekutkan-Ku dengan suatu apa pun; pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula."

Juga sabda beliau:

إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ؛ يَبْتَغِيْ بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan Neraka bagi orang yang mengucapkan "Laa Ilaaha Illallaah" dengan mengharapkan wajah Allah."

Bahkan penghapusan dosa-dosa besar dengan sebab Tauhid: adalah lebih agung dibandingkan penghapusan dosa-dosa kecil dengan cara menjauhi dosa-dosa besar."

["I'laamul Muqaqqi'iin" (hlm. 154-155- cet. Daar Thayyibah)]

-diterjemahkan oleh: Ustadz Ahmad Hendrix Eskanto-

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=527760184231529&set=a.360768724264010.1073741830.100009926563522&type=3

Comments


  1. Dalil lain:

    {الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ}

    Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (Al-An'am: 82)

    Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Addi, dari Syu'bah, dari Sulaiman, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah sehubungan dengan firman berikut, bahwa ketika ayat berikut diturunkan:

    dan mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman. (Al-An'am: 82)

    Maka berkatalah para sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam.,
    "Siapakah di antara kita yang-tidak berbuat zalim terhadap dirinya sendiri?"
    Lalu turunlah firman Allah Swt.: Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (Luqman: 13)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Agar Tidak Ada yang Bisa Mencelakai Kita

عن عبد الرحمن بن أبي الزناد عن أبيه عن أبان بن عثمان قال: سمعت عثمان بن عفان رضي الله عنه يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِى صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَىْءٌ Dari Abdurrahman bin Abi az-Zinad, dari ayahnya, dari Aban bin Utsman berkata, “Aku mendengar Utsman bin Affan radahiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah seseorang mengucapkan di setiap pagi harinya dan di setiap waktu petang malamnya bacaan ‘bismillahilladzi laa yadhurrru ma’asmihi sya-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘alim’ (Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada yang bisa memberikan celakan dengan nama-Nya di bumi maupun di langit, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak ada yang bisa mencelakainya.’...

Bekerjalah Kawan, walau Serabutan..

Seorang laki2 senantiasa mulia karena bekerja dan nafkahnya yang halal.. walau berapapun kemampuannya.. “Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”_ Abdullah bin Mas’ud اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين “Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”. _ Sufyan Ats-Tsauri "..engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain” _Ayyub As Sikhtiyani إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi) “Cukuplah seseorang dianggap berdosa karena menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungan hidupnya.”(HR.Abu Daud dan Ahmad) Sumber :  https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html Sumber:  http://muslim.or.id/2484-bagimu-pemuda-malas-nan-enggan-bek … Semoga Allah mudahkan Urusan Kita Semua.. Allahu a'lam

>> Urutan Tempat Shalat yang Lebih Utama bagi Wanita <<

Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy, sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya:  “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama anda.  Beliau menjawab:  “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka menunaikan shalat bersamaku,  akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu , dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan  shalatmu di masjid khusus rumahmu , dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu , dan shalatmu di masjid sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku . Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat)."  (HR. Ahmad, para perawinya tsiqah/terpercay...