Skip to main content

Jika Kamu Melihat Saudaramu Berbuat Dosa.....

Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu berkata :
"Jika kamu melihat saudaramu berbuat dosa, janganlah kamu menjadi penolong setan terhadapnya dengan mengatakan, 'Ya Allah, hinakan dia. Ya Allah, laknatilah dia!' Melainkan mohonlah kepada Allah ampunan. Sesungguhnya kami, para sahabat Muhammad, tidak pernah mengatakan sesuatu tentang seseorang sehingga kami mengetahui kondisi akhir saat meninggal dunia. Jika ia ditutup (usianya) dengan kebajikan, maka kami mengetahui bahwa ia telah meraih kebajikan dan jika ditutup usianya dengan keburukan, maka kami mengkhawatirkan amalnya atasnya."
[Shahih diriwayatkan Imam Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf 20266]
ada beberapa pelajaran dari Atsar ini:
-. bila melihat teman atau saudara atau siapa saja yang berbuat dosa maka sesungguhnya setan lah yang mengajaknya.. maka hendaknya kita tidak membantu setan dengan mendoakan kejelekan untuk orang itu. doakanlah yang baik baik saja misalkan doakan agar ia diampuni atau doakan agar Allah beri hidayah untuknya.
-. petunjuk menghukumi seseorang yaitu seseorang dihukumi berdasarkan sesuatu yang terlihat atau zhahirnya bukan sebaliknya
-. jika melihat kemaksiatan maka harus diingkari, bukannya didiamkan. salah satunya dengan cara berdo'a.
-. disyariatkan mendoakan ampunan bagi seseorang yang berbuat dosa bila kita melihatnya.
-. seseorang bisa berubah.. dari yang biasanya berbuat dosa namun pada akhirnya bisa diakhiri dengan kebaikan atau sebaliknya.
-. akhir hidup menentukan segalanya. bila penutup amalan seseorang adalah kebaikan niscaya ia telah mendapatkan kebaikan yang sebenarnya.. dimikian pula sebaliknya.
Mulai hari ini marilah kita tidak mendoakan saudara ataupun teman teman kita yang berbuat dosa, sebesar apapun dosanya dengan keburukan, selagi masih hidup maka seseorang bisa berubah menjadi lebih baik. Doakan agar mereka semua Allah ampuni dan Semoga Allah beri hidayah untuk kita dan mereka semua, mudah mudahan Allah mematikan kita semua di atas jalan yang benar.. Allahu A'lam

Comments

Popular posts from this blog

Cara Agar Tidak Ada yang Bisa Mencelakai Kita

عن عبد الرحمن بن أبي الزناد عن أبيه عن أبان بن عثمان قال: سمعت عثمان بن عفان رضي الله عنه يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِى صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَىْءٌ Dari Abdurrahman bin Abi az-Zinad, dari ayahnya, dari Aban bin Utsman berkata, “Aku mendengar Utsman bin Affan radahiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah seseorang mengucapkan di setiap pagi harinya dan di setiap waktu petang malamnya bacaan ‘bismillahilladzi laa yadhurrru ma’asmihi sya-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘alim’ (Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada yang bisa memberikan celakan dengan nama-Nya di bumi maupun di langit, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak ada yang bisa mencelakainya.’...

Bekerjalah Kawan, walau Serabutan..

Seorang laki2 senantiasa mulia karena bekerja dan nafkahnya yang halal.. walau berapapun kemampuannya.. “Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”_ Abdullah bin Mas’ud اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين “Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”. _ Sufyan Ats-Tsauri "..engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain” _Ayyub As Sikhtiyani إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi) “Cukuplah seseorang dianggap berdosa karena menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungan hidupnya.”(HR.Abu Daud dan Ahmad) Sumber :  https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html Sumber:  http://muslim.or.id/2484-bagimu-pemuda-malas-nan-enggan-bek … Semoga Allah mudahkan Urusan Kita Semua.. Allahu a'lam

>> Urutan Tempat Shalat yang Lebih Utama bagi Wanita <<

Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy, sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya:  “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama anda.  Beliau menjawab:  “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka menunaikan shalat bersamaku,  akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu , dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan  shalatmu di masjid khusus rumahmu , dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu , dan shalatmu di masjid sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku . Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat)."  (HR. Ahmad, para perawinya tsiqah/terpercay...