Inti dari Ilmu adalah Pemahaman, dan didahulukan mengambil Ilmu dari Orang yang paling Paham / Faqih
1. Imam Malik rohimahulloh
Imam Malik berkata ketika menjelaskan salah satu dari empat golongan yang tidak diambil ilmu dan riwayat darinya ,
ولا من شيخ له فضل وعبادة إذا كان لا يعرف ما يحدث
"Dan ilmu dan riwayat itu tidak diambil dari seorang Syaikh yang memiliki keutamaan (Al Fadhil) dan ahli ibadah, jika orang tersebut tidak memahami akan apa yang dia katakan (tidak faqih) "
[Al Kifayah fii 'ilmir riwayah, Al Baghdadi]
2. Imam Ahmad rohimahulloh
Muhammad bin Fudhail Al-Bazzar menyampaikan dari ayahnya bahwa dia bertanya kepada Al-Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh tatkala melihat Al-Imam Ahmad duduk dengan seorang pemuda:
“Wahai Abu Abdillah (nama kunyah Imam Ahmad), engkau meninggalkan majelis (Sufyan) Ibnu Uyainah, padahal dia memiliki riwayat Az-Zuhri, ‘Amr bin Dinar, Ziyad bin ‘Alaqah dan kalangan tabi’in lainnya, yang Allah lebih mengetahui tentang (keutamaan) mereka?”
Jawab Al-Imam Ahmad:
“Diam kamu. Jika engkau tertinggal mendapatkan hadits dengan sanad yang ‘ali (tinggi), engkau bisa mendapatkannya dengan sanad yang nazil (rendah).
“Diam kamu. Jika engkau tertinggal mendapatkan hadits dengan sanad yang ‘ali (tinggi), engkau bisa mendapatkannya dengan sanad yang nazil (rendah).
Itu tidak membahayakan agamamu, tidak pula akal dan pemahamanmu.
Namun jika engkau tertinggal oleh pemikiran pemuda ini, saya khawatir engkau tidak lagi menemukannya hingga hari kiamat!
Aku tidak pernah melihat orang yang paling mengerti tentang Kitabullah dari pemuda Quraisy ini.”
Aku bertanya: “Siapa dia?” Beliau menjawab: “Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i.” [Hilyatul Auliya’, 9/100]
Sumber:
https://www.facebook.com/kautsar.amru/posts/10155099984498634
Comments
Post a Comment