Skip to main content

Posts

>> Urutan Tempat Shalat yang Lebih Utama bagi Wanita <<

Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy, sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya:  “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama anda.  Beliau menjawab:  “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka menunaikan shalat bersamaku,  akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu , dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan  shalatmu di masjid khusus rumahmu , dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu , dan shalatmu di masjid sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku . Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat)."  (HR. Ahmad, para perawinya tsiqah/terpercay...
Recent posts

Bekerjalah Kawan, walau Serabutan..

Seorang laki2 senantiasa mulia karena bekerja dan nafkahnya yang halal.. walau berapapun kemampuannya.. “Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”_ Abdullah bin Mas’ud اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين “Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”. _ Sufyan Ats-Tsauri "..engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain” _Ayyub As Sikhtiyani إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi) “Cukuplah seseorang dianggap berdosa karena menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungan hidupnya.”(HR.Abu Daud dan Ahmad) Sumber :  https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html Sumber:  http://muslim.or.id/2484-bagimu-pemuda-malas-nan-enggan-bek … Semoga Allah mudahkan Urusan Kita Semua.. Allahu a'lam

Jika Kamu Melihat Saudaramu Berbuat Dosa.....

Ibnu  Mas'ud  Radhiyallahu 'anhu berkata : "Jika kamu melihat saudaramu berbuat dosa, janganlah kamu menjadi penolong setan terhadapnya dengan mengatakan, 'Ya Allah, hinakan dia. Ya Allah, laknatilah dia!' Melainkan mohonlah kepada Allah ampunan. Sesungguhnya kami, para sahabat Muhammad, tidak pernah mengatakan sesuatu tentang seseorang sehingga kami mengetahui kondisi akhir saat meninggal dunia. Jika ia ditutup (usianya) dengan kebajikan, maka kami mengetahui bahwa ia telah me raih kebajikan dan jika ditutup usianya dengan keburukan, maka kami mengkhawatirkan amalnya atasnya." [Shahih diriwayatkan Imam Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf 20266] ada beberapa pelajaran dari Atsar ini: -. bila melihat teman atau saudara atau siapa saja yang berbuat dosa maka sesungguhnya setan lah yang mengajaknya.. maka hendaknya kita tidak membantu setan dengan mendoakan kejelekan untuk orang itu. doakanlah yang baik baik saja misalkan doakan agar ia diampuni atau doakan...

Antara Sarana dengan Tujuan

Menuntut ilmu adalah wasilah (sarana) dan tujuan (maqshad)nya adalah Amal ... seandainya menuntut ilmu adalah tujuan, maka seumur hidup orang akan cuma belajar t anpa tahu untuk apa dan mengapa ia belajar... Jihad adalah wasilah (sarana) dan tujuannya adalah Tauhid ... seandainya jihad adalah tujuan (maqshad), maka umat ini akan hanya perang, perang, perang tanpa tahu mengapa mereka berperang...

Cara Agar Tidak Ada yang Bisa Mencelakai Kita

عن عبد الرحمن بن أبي الزناد عن أبيه عن أبان بن عثمان قال: سمعت عثمان بن عفان رضي الله عنه يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِى صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَىْءٌ Dari Abdurrahman bin Abi az-Zinad, dari ayahnya, dari Aban bin Utsman berkata, “Aku mendengar Utsman bin Affan radahiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah seseorang mengucapkan di setiap pagi harinya dan di setiap waktu petang malamnya bacaan ‘bismillahilladzi laa yadhurrru ma’asmihi sya-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘alim’ (Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada yang bisa memberikan celakan dengan nama-Nya di bumi maupun di langit, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak ada yang bisa mencelakainya.’...

Ilmu tidak akan didapatkan oleh si Santai..

Untuk mendapatkan Ilmu, ilmu apapun itu, maka harus korbankan tenaga, harta, dan juga waktu.. Kita harus mencari ke sumbernya, mempelajari, keluarin biaya semisal membeli referensi atau mencatat semua selain juga buat konsumsi pribadi, dan tentu saja butuh waktu yang cukup (panjang) untuk mengumpulkan data dan memahaminya sebelum menerapkannya.. Oleh karena itu sering kita lihat orang yang banyak ilmunya itu kurus, berumur, banyak catetan atau buku, nggak banyak bicara namun kalo bicara tepat sasaran,  hormat kepada ahlinya.. Berani keluar duit demi ilmu.. Pikiran lebih terbuka, lebih banyak mendengar, dan sedikit tidur atau santai.. ''... Karena ilmu tidak didapatkan oleh jasad yang bersantai - santai.. ''

Prosesmu menuju soleh / soleha itu Dinilai..

Dalam Islam, proses itu dinilai, bila tujuan kita memperbaiki diri menjadi menjadi orang baik belum tercapai tapi kita keburu wafat.. maka kita akan dimasukkan kedalam golongan orang2 baik dengan keluasan rahmat Allah Rabbul 'alamiin. Dalilnya adalah tentang kisah pembunuh 100 nyawa, dimana ketika sang pembunuh yang wafat dan ia sedang dalam proses hijrahnya.. maka akhirnya Ruhnya diambil oleh Malaikat Rahmat sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Malaikat Rahmat tidaklah mengambil Ruh melainkan orang itu kelak akan masuk Surga.. Diantara pelajarannya adalah Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun namun, namun Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah... dan akhirnya ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat. Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أنّ نَبِيَّ الله – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( كَ...